Rabu, 16 April 2014

Apakah itu Kamis Putih bagi Orang Katolik?? Yukk Bacaa disini

KAMIS PUTIH


Kamis Putih adalah hari Kamis sebelum Paskah, pada Hari Raya Pekan Suci ini umat Kristen mempunyai tradisi memperingatiPerjamuan Malam terakhir yang dipimpin oleh Yesus. Hari ini adalah salah satu hari terpenting dalam kalender Gereja. Ini adalah hari pertama dari hari raya Paskah, yang dimulai pada pukul 6 sore, dan berlangsung 7 hari.Hari Kamis Putih ini juga disebut Kamis Suci.(bahasa Inggris: Holy Thursday)
Ritual Perjamuan Malam setelah ini pada setiap misa atau kebaktian diperingati sebagai perayaan Ekaristi atau Perjamuan Kudus. Pada misa malam ini, pastur juga mencuci kaki umat sebagai peringatan Yesus yang mencuci kaki para muridnya dalamperjamuan terakhir, pelayanan Yesus di dunia sebelum kematian-Nya.

Berbagai Penyebutan Kamis Putih


William Blake's Kamis Suci (1794).
Penggunaan nama-nama "Maundy Thursday", "Holy Thursday" dan yang lainnya berbeda-beda di tempat-tempat yang berbeda pula. Yang menjadi pertimbangan dan memengaruhi 'nama-nama' itu adalah budaya setempat terkait geografis dan kesepakatan saja.
Di Inggris biasa dipakai "Maundy Thursday" , namun jarang dipakai pada konteks Irlandia dan Skotlandia. Biasanya umat juga menghitungnya berdasarkan teknik kalender setempat. Gereja Anglikan memakai nama "Maundy Thursday" dalam buku tata ibadahnya, dan menganggap nama "Holy Thursday" nama alternatif untuk Hari Kenaikan Isa Almasih. Tetapi di luar tata ibadah resminya, Jemaat Anglikan kadang-kadang memakai nama "Holy Thursday" diperuntukkan hari sebelum Jumat Agung.
Gereja Katolik Roma, sebagaimana di negara-negara dengan "Maundy Thursday" menjadi nama di undang-undangnya, menggunakan nama "Holy Thursday" dalam Buku Ibadah resmi bahasa Inggris ; tetapi, kecuali dalam teks-teks ini, Umat Katolik Roma kadang-kadang memakai "Maundy Thursday", khususnya di Inggris.
Persekutuan Gereja Metodis menggunakan nama "Holy Thursday!" di dalam ibadahnya (menurut "United Methodist Book of Worship"),tetapi dalam sumber resmi, ini digunakan baik "Maundy Thursday" dan "Holy Thursday". Kedua nama itu digunakan olehdenominasi Kristen sama seperti itu, termasuk Gereja Lutheran atau porsi Gereja Reformasi.Gereja Presbiterianmenggunakan sebutan "Maundy Thursday" untuk menunjukkan hari yang kudus dalam sumber resminya. Dalam Gereja Ortodoks Timur, nama untuk hari suci, dalam Ritus Bizantium, "Great and Holy Thursday" atau "Holy Thursday", dan di gereja Ritus Barat"Maundy Thursday", "Holy Thursday" atau keduanya. Gereja Ortodoks Koptik menggunakan nama "Maundy Thursday" dan "Covenant Thursday" untuk hari suci ini.Dalam Gereja Maronite  dan Gereja Ortodoks Siria, "Thursday of Mysteries" atau "Kamis Misteri". "Maundy Thursday" adalah nama resmi dalam undang-undang dari Britania Rayadan negara Filipina.

Dasar Teologi


Orthodoks icon Kristus membasuh kaki para rasul (Abad 16, PskovSekolah iconography).
Pelayanan Kamis Putih secara tradisional dan menyejarah dapat mengenangkan kita pada peristiwa-peristiwa di mana Yesus mendekatimasa-masa kematian-Nya. Peristiwa-peristiwa yang sangat kaya makna dan penting. Ini adalah pengenangan pada perempuan yang meminyaki Yesus dengan parfum dari buli-buli dan mengusapnya dengan rambutnya. Ini juga pengenangan akan perjamuan malam yang dilakukan Yesus, di mana untuk terakhir kalinya Yesus berbagi roti Paskah dengan para murid.[32] Ini adalah tanda dari keteladanan Yesus yang mereka semua pengikutnya menyebutnya "pelayan".[32] dan ini juga pengenangan akan pengkianatan yang dilakukan Petrus dan juga Yudas.[32]
Ibadah Kamis Putih adalah pelayanan doa, menggambarkan peran Yesus yang telah datang ke dunia membawa terang, terang yang segera padam.[32] Pelayanan ini memiliki sebuah karunia sebagai garis luarnya sebagai sebuah lingkaran; terang (cahaya)-pelayanan-Perjamuan Kudus-pelayanan-terang.[32] Terang Allah adalah terang dari penciptaan dan terang Kristus.[32] Di dalam terang Kristus kita menemukan sebuah pesan, "Melayani"![32]

Pembasuhan Kaki dalam Kamis Putih


Uskup John membasuh kaki Eleanor, yang berjalan ke St. Giles, Wrexham, telanjang kaki, pada Kamis Putih 2007. Foto oleh Brian Roberts, Wrexham
Perintah untuk melakukan pembasuhan kaki ini hanya terdapat dalam Injil Yohanes dan tidak terdapat dalam Injil sinoptik (Matius, Markus, dan Lukas) lainnya.[33] Kaki adalah bagian yang kotor dalam tubuh manusia. Kaki manusia menginjak debu tanah.[34] Pembasuhan merupakan sebuah bentuk darisimbolisasi tata gerak.[33] Kegiatan membasuh kaki adalah hal yang sudah biasa dilakukan oleh orangYahudi pada zaman Yesus.[2] Proses pembasuhan kaki itu biasanya dilakukan oleh bawahan terhadap atasan.[2] Dalam dunia Yunani, pembasuhan kaki adalah hal yang hina, yang biasa dilakukan oleh budak.[2]
Namun yang istimewa di sini, pembasuhan kaki ini dilakukan oleh Yesus yang adalah Guru kepada murid-muridnya.[35]Yesus melakukan sebuah ritual yang biasa dilakukan dengan cara yang tidak berbeda.[35] Yesus melakukan pekerjaan yang seharusnya tidak layak dilakukan oleh seorang Guru.[35] Tata gerak membasuh kaki ini menyimbolkan suatu teladan untuk merendahkan diri dan melayani.[35] Yesus melakukan pekerjaan yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang Guru kepada murid-Nya.[35] Tata gerak membasuh kaki ini menyimbolkan suatu teladan untuk merendahkan diri dan melayani.[35]
Tindakan Yesus membasuh kaki merupakan tindakan simbolis yang menyimbolkan penyerahan diri, pembersihan, pengampunan, pembaharuan, kemuridan dan ibadah.[36] Penyerahan diri yang dimaksudkan adalah penyerahan diri Yesus dalam kematian untuk "menebus dosa"/"membersihkan" orang lain.[36] Pembasuhan kaki yang Yesus lakukan juga menyimbolkan kerendahan hati dan keinginan untuk menjadi "hamba" yang mau melayani orang yang hina sekalipun.[34]
Tahun Liturgi
Gereja Ritus Barat
  • Adven
  • Natal
  • Epifani
  • Masa Biasa
  • Masa Pra-Paskah
    • Rabu Abu
  • Pekan Suci
    • Minggu Palma
    • Trihari Suci/
      Masa Sengsara
      • Kamis Putih
      • Jumat Agung
      • Sabtu Suci
    • Paskah
  • Asensi
  • Pentakosta
Gereja Ritus Timur
  • Eksaltasi Salib
  • Puasa Natal
  • Natal
  • Teofani
  • Puasa Besar
  • Paskah
  • Pentakosta
  • Transfigurasi
  • Tertidurnya Theotokos
  • Perlindungan Bunda Allah

Hari Kamis Putih pada dua Dasawarsa Ini

  • 2000: 20 April
  • 2001: 12 April
  • 2002: 28 Maret
  • 2003: 17 April
  • 2004: 8 April
  • 2005: 24 Maret
  • 2006: 13 April
  • 2007: 5 April
  • 2008: 20 Maret
  • 2009: 9 April
  • 2010: 1 April
  • 2011: 21 April
  • 2012: 5 April
  • 2013: 28 Maret
  • 2014: 17 April
  • 2015: 2 April
  • 2016: 24 Maret
  • 2017: 13 April
  • 2018: 29 Maret
  • 2019: 21 Maret
  • 2020: 9 April

Tata Ibadah

Dalam Katolik Roma, tata ibadah Kamis Putih terbagi atas empat bagian besar, yaitu: Ibadat Sabda, Upacara Pembasuhan Kaki, Liturgi Ekaristi, dan Perarakan Pemindahan Sakramen Mahakudus. Secara umum, tata urutan misa berlangsung seperti Perayaan Ekaristi pada hari Sabtu/Minggu biasa, namun pada perayaan ini terdapat upacara pembasuhan kaki dan upacara Perarakan Pemindahan Sakramen Mahakudus. Selain itu, pada perayaan ini digunakan bel kayu sebagai pengganti gong/bel pada Doa Syukur Agung, serta tidak ada lagu penutup perayaan.
Tata urutan peringatan Kamis Putih berlangsung sebagai berikut:[37]
  1. Perarakan masuk, diikuti Tanda Salib, salam, dan pengantar dari Imam.
  2. Pernyataan tobat, diikuti Tuhan Kasihanilah Kami dan Madah Kemuliaan, diakhiri dengan Doa Pembuka. Pada Madah Kemuliaan, bel dan lonceng dibunyikan.
  3. Bacaan Pertama (Kel 12:1—8.11—14), diselingi Mazmur Tanggapan, dan Bacaan Kedua (I Kor 11:23—26)
  4. Bait Pengantar Injil (Alleluya), diikuti Pembacaan Injil (Yoh 13:1—15), dilanjutkan Homili oleh Imam.
  5. Upacara pembasuhan kaki terhadap dua belas orang wakil umat oleh Imam, diikuti Doa Umat
  6. Persiapan Persembahan dan Doa Persiapan Persembahan
  7. Doa Syukur Agung. Pada Doa Syukur Agung, dipergunakan bel kayu sebagai pengganti dari gong dan bel yang dipergunakan pada Perayaan Ekaristi pada hari biasa.
  8. Doa Bapa Kami
  9. Doa dan Salam Damai
  10. Pemecahan Roti (Anak Domba Allah)
  11. Persiapan dan Penerimaan Tubuh (dan Darah) Kristus
  12. Doa Sesudah Komuni dan Pengumuman
  13. Perarakan Pemindahan Sakramen Mahakudus. Umat berdiri dan berlutut mengikuti ritme perarakan.
  14. Misa berakhir tanpa berkat dan pengutusan dari Imam. Tidak ada lagu penutup setelah proses Perarakan selesai

Rabu, 09 April 2014

Makna Pekan Suci

Pekan Suci

Pekan Suci atau Minggu Suci (juga disebut Minggu Sengsarabahasa LatinHebdomada Sancta, atau juga disebut Hebdomas Maior(Pekan/Minggu Besar); bahasa Yunani: Μεγάλη Εβδομάδα, /Megali Evdomada/ (Pekan/Minggu Besar); bahasa InggrisHoly Week) dalam agamaKristen adalah satu pekan sejak Minggu Palma hingga Sabtu Suci/Sabtu Sepi/Sabtu Sunyi, yang kemudian diikuti dengan hari Paskah yang selalu jatuh pada hari Minggu. Istilah "Pekan Suci" lebih umum digunakan daripada "Minggu Suci", karena ada kerancuan antara "minggu" sebagaipekan dan "minggu" sebagai hari (sedangkan yang dimaksud di sini adalah "pekan", bukan hari Minggu)

Sejarah

Pekan Suci dalam tahun Kristen adalah masa satu minggu tepat sebelum hari Paskah. Rujukan tertua terhadap kebiasaan untuk menandai minggu ini secara keseluruhan dengan perayaan-perayaan khusus ditemukan dalam Konstitusi Rasuli (ayat 18, 19), yang berasal dari paruhan yang belakangan dari abad ke-3 M. Dalam teks ini orang-orang Kristen diperintahkan untuk berpantang anggur dan daging selama hari-hari ini, sementara pada hari Jumat dan Sabtunya mereka berpuasa penuh. Dionisius Alexandrinus dalam surat kanoniknya (260 M), merujuk kepada keenam hari puasa itu dan menyiratkan bahwa pada masanya itu masyarakat telah terbiasa untuk melaksanakannya.
Ada yang menyatakan bahwa perintah untuk berpantang melakukan kegiatan dalam masyarakat selama tujuh hari tepat sebelum Minggu Paskah dan juga tujuh hari sesudahnya berasal dari dari Konstantin. Namun, Codex Theodosianus, jelas memerintahkan bahwa semua tindakan yang berkaitan dengan hukum harus dihentikan dan pintu-pintu gedung pengadilan ditutup selama 15 hari itu (1. ii. tit. viii.). Tentang hari-hari tertentu dari "minggu yang besar" itu, yang pertama menjadi sangat menonjol sudah tentu adalah hari Jumat Agung. Berikutnya adalah Sabbatum Magnum (Sabtu Sunyi atau Malam Paskah) yang dirayakan oleh umat yang tidak tidur semalaman. Di kalangan gereja perdana hari ini dihubungkan dengan pengharapan akan advent yang kedua Yesus Kristus yang diyakini akan terjadi pada suatu Minggu Paskah.[2]
Ada pula teks-teks lain yang merujuk kepada tradisi-tradisi Gereja Perdana; yang paling penting adalah Ziarah Etheria (juga dikenal sebagai Ziarah Egeria) yang memberikan uraian terinci tentang perayaan lengkap Pekan Suci di kalangan gereja perdana.

Pekan Suci dalam Gereja Ritus Timur

Ritus Bizantium[sunting | sunting sumber]

Di kalangan Gereja Ortodoks Timur dan Gereja-gereja Katolik Yunani, pada Pekan Suci, ibadat-ibadat Orthros (Matin) untuk setiap hari diadakan pada malam sebelumnya. Jadi, ibadat Matin hari Senin diselenggarakan pada malam hari Minggu Palma, dan seterusnya. (Ibadat-ibadat Minggu hingga Selasa malam seringkali disebut Matin Mempelai Pria, karena tema mereka tentang Kristus sebagai Sang Pengantin Pria.) Menjelang akhir ibadat Pengantin Pria pada Selasa malam, Nyanyian Kassiani diyanyikan. Nyanyian ini, (yang ditulis pada abad ke-9 oleh Kassiani sang biarawati) mengisahkan tentang perempuan yang membasuh kaki Kristus di rumah Simon si orang Farisi. (Lukas 7:36-50) Banyak dari nyanyian ini ditulis dari perspektif perempuan yang berdosa.
Komposisi musik Bizantium mengungkapkan puisi yang sangat kuat sehingga membuat banyak orang berdoa sambil meneteskan air mata. Nyanyian ini dapat berlangsung hingga 25 menit dan secara liturgis dan musik merupakan titik puncak dari keseluruhan tahun. Di banyak tempat di Yunani, ibadat Matin Pengantin Pria pada Selasa Agung populer di kalangan para pekerjaan seks dan mereka yang terlibat dalam pelacuran, yang pada hari-hari lain mungkin tidak muncul di gereja. Mereka datang dalam jumlah yang besar untuk mendengarkan Nyanyian Kassiani, karena nyanyian ini secara tradisional juga dihubungkan dengan perempuan yang telah melakukan banyak dosa.
Di banyak gereja, khususnya Ortodoks Yunani, ibadat Perminyakan diselenggarakan pada hari Rabu malam.
Liturgi Suci Perjamuan Terakhir diselenggarakan pada pagi hari Kamis Putih. Ibadat Matin hari Jumat Agung, bersama dengan Dua Belas Pembacaan Injil, diselenggarakan pada malam hari Kamis Putih; Ibadat Vesper (doa malam) pada Jumat Agung (Vesper Pencabutan Paku Yesus) disselenggarakan pada pagi atau sore hari pada Jumat Agung. Patung Kristus diturunkan dari Salib, dan sebuah ikon dengan bordiran yang sangat indah pada sehelai kain yang disebut "epitafios" yang mewakili Kristus diletakkan di dalam sebuah "makam" yang dihiasi dengan bunga-bunga. Ibadat Matin Sabtu Sunyi diselenggarakan pada malam hari Jumat Agung; makam ditaburi dengan kelopak-kelopak mawar dan air mawar, dan kemudian dibawa pada sebuah prosesi dengan cahaya lilin, sementara serangkaian nyanyian yang disebut "Ratapan" dinyanyikan.
Liturgi Suci diselenggarakan pada Sabtu pagi. Ini adalah ibadat "Proti Anastasi" (Kebangkitan Pertama), dengan perubahan dari kain-kain yang berwarna gelap dengan kain-kain yang berwarna terang.
Sabtu tengah malam, ibadat dimulai dalam suasana gela. Sebatang lilin dinyalakan oleh imam, dari sebuah cahaya pada altar yang tidak pernah dipadamkan. Cahaya ini menyebar dari orang ke orang hingga semua orang memegang sebatang lilin yang menyala. Dilanjutkan dengan Liturgi Suci. Setelah itu biasanya diadakan resepsi atau pesta, yang kadang-kadang berlangsung hingga fajar. Orang-orang Slavia membawa keranjang-keranjang Paskah yang berisi telur, daging, mentega dan keju – makanan yang sepanjang masa Pra-Paskah tidak dihindari oleh umat – untuk diberkati.
Ibadat Vesper Agape biasanya diselenggarakan pada Hari Paskah. Pada ibadat ini biasanya Injil dibacakan dalam sebanyak mungkin Bahasa. Ibadat ini seringkali digabungkan dengan pencarian telur Paskah dan kegiatan-kegiatan lain untuk anak-anak.

Pekan Suci di Gereja Katolik

Minggu Palma (Minggu Sengsara)

  • Awal dari Pekan Suci.
  • Peringatan tentang masuknya Mesias ke Yerusalem.
  • Misa mencakup pembacaan kisah penderitaan – kisah penangkapan Yesus, penderitaan dan kematiannya.
  • Gereja merayakan masuknya Kristus ke Yerusalem untuk menggenapi misteri paskahnya, ketika menurut Kitab-kitab Injil Yesus dengan rendah hati mengendarai seekorkeledai masuk ke Yerusalem. Hal ini mengingatkan akan prosesi kemenangan Daud dan rakyat meletakkan daun-daun palma di tanah di hadapannya.
  • Pada hari ini, sebuah prosesi dengan daun-daun palma (atau ranting-ranting pohon berdaun lainnya, misalnya daun zaitun) berlangsung di banyak paroki dan ranting-ranting ini diberkati oleh imam.

Kamis Putih (Kamis Suci)

  • Hari ini memperingati Perjamuan Terakhir Kristus dan ke-12 muridnya dan pelembagaan Ekaristi.
  • Pada bagian Gloria, semua lonceng gereja dibunyikan.Kemudian lonceng-lonceng itu tidak akan berbunyi lagi hingga Malam Paskah ("lonceng-lonceng telah terbang ke Roma").
  • Pada Kamis Putih, pemimpin perayaan seringkali merayakan ritus pencucian kaki; di sini kaki umat (pada umumnya, kaki dari 12 laki-laki) dibasuh.
  • Pada Kamis Putih di siang harinya, uskup merayakan Misa Krisma; di sini mereka memberkati minyak untuk PenguatanPerminyakan orang sakit dan para Katekumen. (Namun Misa Krisma dapat dialihkan ke hari-hari lain pada Pekan Suci.)
  • Hosti yang tidak dibagikan dalam komuni pada Kamis Putih disimpan dan dibagikan pada hari Jumat Agung, ketika Misa tidak dirayakan.
  • Setelah Misa, Sakramen Suci dibawa dalam prosesi ke "altar penyimpanan". Kemudian segala perhiasan disingkirkan dari semua altar, kecuali dari satu altar.

Jumat Agung

  • Gereja berduka karena kematian Kristus, menghormati Salib, dan mengagumi kehidupan-Nya atas ketaatan-Nya sampai mati.
  • Misa tidak dirayakan, Ekaristi tidak disucikanKomuni berlangsung dengan hosti yang tersisa dari Kamis Putih.
  • Ruangan Gereja dikosongkan dari berbagai benda perhiasan, termasuk kain penutup altar dan lilin-lilin, sebagai tanda penghormatan.
  • Bejana air suci dikosongkan.
  • Pada hari ini, jalan Salib seringkali didoakan di dalam atau di luar gedung Gereja.
  • Perayaan Liturgi Penderitaan Tuhan dilakukan di sore hari.
  • Imam mengenakan jubah merah (atau, menurut kebiasaan sebelumnya, hitam). Bila seorang Uskup memimpin atau membantu memimpin ibadat, ia mengenakan sebuah mitra satu lapis.
  • Liturgi:
Liturgi terdiri atas tiga bagian dalam Ritus Roma: Liturgi Sabda, Penghormatan kepada Salib dan Perjamuan Kudus.
Selebran menghormat di depan altar (tanpa lagu pembukaan dan dilanjutkan dengan doa pembuka).
Pembacaan dari Yesaya 53 (tentang Hamba yang Menderita) dan Surat Ibrani.
Kisah Penderitaan dari Injil Yohanes dinyanyikan, seringkali dengan peran-peran yang dibagi-bagi.
Syafaat Umum atau Doa Umat Meriah: Ada 10 doa permohonan yang diucapkan oleh Gereja yaitu umat berdoa untuk Gereja, Sri Paus, orang-orang Yahudi, orang-orang bukan Kristen, orang-orang yang tidak percaya dan lain-lainnya.
Penghormatan kepada Salib: Sebuah crucifix dengan khidmat disingkapkan di hadapan umat. Umat menghormatinya dengan berlutut. Pada bagian ini, dinyanyikanlah "Reproaches".
Komuni: Komuni dari hari sebelumnya dibagikan kepada umat.
Ritus Penutup: Imam menutup perayaan ini dengan mengulurkan kedua tangannya ke atas jemaat, tetapi berkat penutup bukan dengan tanda salib besar. Lalu dilanjutkan dengan perarakan keluar dalam keheningan, tanpa iringan lagu penutup atau membiarkan tetap dalam suasana “merenung dan berdoa”, berjaga-jaga lagi hingga Malam Paskah.
  • Kalaupun digunakan dalam Liturgi, musik tidak digunakan untuk membuka dan mengakhiri Liturgi; juga tidak ada prosesi penutup yang resmi.
  • Di beberapa negara, sebuah monstrance dengan Sakramen Suci ditempatkan di sebuah Makam Suci dan ditutupi dengan veil. Beberapa orang memberikan penghormatan dan rasa kagumnya terhadap monstrance ini dan berjaga di "makam Kristus".

Sabtu Suci

  • Hari ini dirayakan dalam keadaan sunyi dan dengan doa yang memperingati Kristus yang telah wafat dan berada di dalam kubur. Misa tidak diselenggarakan. Untuk berjaga-jaga apabila ada kematian, hosti Ekaristi yang tersisa dari Liturgi-liturgi dalam dua hari sebelumnya digunakan sebagai viaticum.
  • Tabernakel dibiarkan kosong dan terbuka. Lampu atau lilin biasanya diletakkan di sebelah Tabernakel yang melambangkan Kehadiran Kristus dipadamkan, dan Ekaristidisimpan di tempat lain, biasanya di sakristi, dengan lampu atau lilin yang menyala di depannya.

Malam Paskah

  • Berlangsung pada malam hari, pada malam menjelang Paskah atau pagi-pagi sekali pada Minggu Paskah.
  • Kitab Injil mengingatkan kita untuk bersiap-siap dengan pelita kita, berjaga-jaga seperti orang-orang yang menantikan kedatangan kembali Tuhan sehingga bila Ia datang Ia akan menemukan kita terjaga dan akan mempersilakan kita duduk di meja-Nya.
  • Ibadat sepanjang malam diatur dalam empat bagian:
    • Sebuah ibadat terang yang singkat;
    • Liturgi sabda;
    • Liturgi baptisan;
    • Liturgi Ekaristi.
  • Imam mengenakan jubah putih.
  • Bagian I: Ibadat terang:
    • Semua cahaya di gereja dipadamkan.
    • Api disiapkan di luar gedung Gereja
    • Salah seorang pelayan membawa Lilin Paskah.
    • Imam menyambut umat kemudian memberkati api.
    • Setelah doa, lilin Paskah dinyalakan dari api yang baru.
  • Prosesi:
    • Imam mengangkat lilin dan menyanyi: “Kristus adalah terang kita” atau “Kristus Cahaya Dunia” dan umat menjawab: “Syukur kepada Allah”.
    • Semua orang masuk ke dalam Gereja dan imam mengangkat lilin untuk kedua kalinya dan menyanyi: “Kristus adalah terang kita” dan umat menjawab: “Syukur kepada Allah”.
    • Ketika imam tiba di altar ia mengangkat lilin untuk ketiga kalinya dan menyanyi: “Kristus adalah terang kita” dan umat menjawab: “Syukur kepada Allah”.
    • Kemudian semua lampu di dalam Gereja dinyalakan.
  • Proklamasi Paskah (Exsultet)
  • Bagian II : Liturgi sabda
    • Sembilan pembacaan, tujuh dari Perjanjian Lama dan dua dari Perjanjian Baru. (Surat-surat dan Injil)
    • Setelah Proklamasi Paskah, lilin-lilin dimenyanyikirkan dan semua orang duduk. Sebelum pembacaan dimulai, imam berbicara tentang Paskah.
    • Pembacaan diambil dari:
  1. Kitab Kejadian 1:1-2:2 Penciptaan
  2. Kitab Kejadian 22:1-18 Kurban Abraham
  3. Kitab Keluaran 14:15-15:1 Bangsa Israel keluar dari perbudakan di tanah Mesir.
  4. Kitab Yesaya 54:5-14 Allah berbicara kepada bangsa Israel yang menderita dan tertindas
  5. Kitab Yesaya 55:1-11 Perjanjian Allah dengan Israel. (Janji Allah yang indah)
  6. Kitab Barukh 3:9-15,32-4:4 Hikmat Allah
  7. Kitab Yehezkiel 36:16-28 Janji-janji Allah kepada Yehezkiel. (semua digenapi dalam Yesus Kristus)
  8. Surat-surat: Surat Paulus kepada jemaat Kristen di Roma 6:3-11 (Bacaan Epistola)
    Pembacaan tentang kematian dan kebangkitan Kristus
    Haleluya
    Injil
  9. Tahun A: Injil menurut karangan Matius 28:1-10 (Kaum perempuan menemukan dan menyaksikan kubur yang kosong) / Tahun B: Injil menurut karangan Markus 16:1-8 (Kaum perempuan ketakutan karena kubur yang kosong dan pesan malaikat tentang kebangkitan) / Tahun C: Injil menurut karangan Lukas 24:1-12 (Kaum perempuan melihat kubur yang kosong dan diberitahukan oleh malaikat-malaikat tentang Kebangkitan)
  • Bagian III: Liturgi Baptisan
    • Sebuah bejana berisi air ditempatkan di ruang ibadat
    • Para calon Baptisan (katekumen) – bila ada – diperkenalkan.
  • Litani
    • Litani dinyanyikan. Prosesi dimulai: Pertama-tama Lilin Paskah, diikuti oleh para kandidat kemudian oleh imam dan pelayan-pelayan yang lainnya.
  • Pemberkatan Air
    • Imam memberkati air baptisan dan berdoa. Lilin kemudian dibawa keluar dari air dan umat menyanyikan pujian. Kemudian upacara baptisan berlangsung (bila katekumen hadir, mereka dibaptiskan).
  • Pembaruan Janji Baptisan
    • Setelah upacara baptisan, semua yang hadir memperbarui pengakuan iman baptisan mereka.
    • Imam memercikkan umat dengan air sementara umat bernyanyi.
    • Pengakuan iman dihapuskan dan dilanjutkan dengan Liturgi Ekarisi
  • Bagian IV: Liturgi Ekaristi

Minggu Paskah

  • Perayaan Kebangkitan
  • Pesta terbesar Gereja